This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

IKLAN PARTNER BLOG INI

Senin, 08 Mei 2017

MENITI TITIAN JALAN KE SITU CANGKUANG & CANDI CANGKUANG DALAM KAYUHAN

Sabtu pagi 6 Mei 2017,sedari selesai Ba'da Subuh yang masih membeku dingin terasa saya memulai perjalanan Gowes sendirianku,..karena rasa penasaran ingin mengayuh di terpaan panas dan debu daerah nagrek hingga Garut,perjalanan memang musti hati-hati maklum ini perjalanan ketiga saya gowes sendirian menggunakan sepeda pulang pergi,peralatan sudah sembari malam saya persiapkan tak lupa saya membawa ban dalam cadangan,pencokel ban,tool kit,pompa,serta alat pertolongan pertama kecelakaan,..lebih baik dipersiapkan dari pada repot dijalan,dan tak kalah penting benda kecil yang musti kita bawa yaitu alat pemotong rantai,jika rantai putus masih bisa kita sambung darurat,karena gowes sendiri memerlukan persiapan mental serta niat yang besar,musti ditopang perlengkapan dan bekal yang cukup.

Dari polsek ujung berung menuju rancaekek,terus Cicalengka hingga istirahat sejenak tak lupa selfie di nagrek sebelum turunan,lumayan perjalanan lebih enak selepas nagrek karena turunan cukup membantu pergerakan saya lebih santai he...he...terus saya melanjutkan perjalanan lurus saja mengikuti jalan raya Garut bandung,patokan setelah pasar leles tidak begitu jauh sudah sampai berbelok ke kiri ke jl.pasopati garut,jalanan lumayan bagus dan bersih..jalan agak menurun dan sedikit tanjakan beberapa saya lewati tak lama sekitar 3 km sudah sampai di gerbang situ Cangkuang.








Oke sudah sampai dan terbayar sudah lelah gowes saya hari ini sampai juga di situ cangkuang,pengalaman gowes sendiri yang mengasikan,kata orang gowes sendiri itu beresiko apalagi jauh sudah saya patahkan ndalam 3 kali perjalanan gowes sendiri,..indonesia memang indah dari setiap jengkal kayuhan sepeda.

Sekelumit pengetahuan tentang Situ cangkuang beserta candi cangkuang 
Tak hanya Jawa Tengah, Jawa Barat juga punya candi. Salah satunya adalah Candi Cangkuang di Kampung Pulo, Garut yang asal-usulnya masih menjadi tanda tanya.




Candi Cangkuang merupakan candi Hindu yang bisa dilihat di Kampung Pulo, Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut. Ini pertama kali ditemukan tahun 1966 oleh tim peneliti yang salah satunya bernama Uka Tjandrasasmita. Penelitian ini dilakukan berdasarkan laporan dalam buku sejarah mengenai adanya arca Siwa dan makam Muslim di bukit Kampung Pulo.





"Di Cangkuang itu ada sebuah arca Siwa dan makam Arif Muhammad, tidak menjelaskan adanya candi. Lalu Uka Tjandrasasmita curiga ada apa gerangan. Karena kalau ada nama Muhammad sudah jelas nama Muslim, sedangkan Siwa nama dewa dalam agama Hindu," ujar Zaki Munawar, juru pelihara yang menjadi pemandu saat detikTravel berkunjung ke Candi Cangkuang pekan lalu.
Setelah digali, ditemukan fondasi berukuran 4,5x4,5 meter dan puing-puing candi yang berserakan. Tidak ada keterangan jelas siapa atau kerajaan apa yang membangun candi, tapi dilihat dari batuannya dan kesederhanaan bentuk, Candi cangkuang diperkirakan didirikan pada abad ke-8."Tidak diketahui candi ini peninggalan siapa," kata Zaki.




Batuan yang ditemukan tersebut kemudian dikumpulkan, tapi hanya 40% puing candi yang terkumpul. Akhirnya, candi tetap dipugar dengan puing yang ada ditambah batu yang dicetak agar mirip dengan perkiraan bentuk aslinya.






"Yang terkumpul hanya 40% saja tapi mewakili seluruh bangunan candi. Dengan berbagai pertimbangan, Candi Cangkuang dipugar tahun 1974-1976 tapi yang aslinya 40%. Yang 60% dicetak di wilayah ini sehinggga kelihatan bentuknya yang asli," jelas Zaki.




Setelah selesai dipugar, jadilah Candi Cangkuang dengan ukuran 4x18x8 meter. Arca Siwa yang sebelumnya telah ditemukan di simpan di dalam candi. Nama candi juga diambil sesuai nama daerah setempat.
"Setelah selesai, diberi nama Candi Cangkuang sesuai nama tempat ditemukan. Nama cangkuang diambil dari nama pohon pandan," ucapnya.





Hingga kini, Candi Cangkuang masih berdiri tegak di sebelah makam Arif Muhammad di Kampung Pulo dan sudah menjadi kawasan cagar budaya. Keberadaan candi Hindu dan makam Muslim yang bersebelahan ini juga menggambarkan keharmonisan umat beragama penduduk setempat.



Kamis, 04 Mei 2017

MENAPAKI KAMPUNG ADAT BANTEN KIDUL MELEWATI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan,saat kami melakukan perjalan gowes 4 hari dari Bandung,menuju Saba Kasepuhan Ciptagelar Banten Kidul Taman Nasional Gunung Halimun ( TNGH ).dengan bendera BELEKESENTRENG SERTA KONSEP-B Yang dikomandoi oleh suhu Abah pei,kami berempat,fahmi Miauw-miauw gak tahu dech kenapa disebut gitu,seneng kucing kali Fahmi,pak yadi dan Kang Ang Hen,he...he,dengan tekad dan semangat berangkatlah setelah subuh menuju kesana,berbekal uang yang cukup keempatnya gowes beriringan.
catatan yang berhasil penulis Heri kristanto rekam etapenya adalah sebagai berikut :
Hari pertama perjalanan di mulai 30 April,2017 dengan rute,Bandung-Sukabumi-Cibadak-Cikidang-Palabuan ratu ( 187 km ) Full aspal.masih enak lah untuk keempatnya gowes ringan datar dan penuh peluh serta debu jalanan teman perjalanan kami,seiring dengan deru truk dan bus saling menyalip,di setiap perjalanan etape pertama kami.







Hari kedua tepatnya 01 Mรจi,2017 rute kami lanjutkan menuju,Palabuan Ratu-Sukawayana-Cikakak-Sirnarasa-Ciptarasa ( 21km) jalanan Aspal + Makadam.aspal itu lahapan kami dech sedikit makadam membuat kami lebih berhati-hati dalam mengayuh sepeda kami maklum jenis federal dengan ban kecil,memang sedikit merepotkan kami,di tambah kang Fahmi memakai Sepeda lipat..memang tidak dirancang untuk perjalanan makadam cadas.


Hari ke Tiga 02 Mรจi,2017 etape rute kami selanjutnya adalah,Ciptarasa-Ciptagelar ( 10 km ) perjalanan,Full Makadam.disinilah mental kami mulai teruji tanjakan hebat bebatuan makadam yang besar-besar menantang perjalanan kami.
Hari ke empat03 Mรจi, rute selanjutnya adalahCiptagelar-Gunung Bongkok-Wangun-Cikadu-Cimaja-Palabuan Ratu-Skbmi-Bandung ( 265 km ).Aspal + Makadam + NR,semakin komplekslah perjalanan kami berempat dengan perpaduan hutan yang rapat makadam serta tanjakan hebat menanti kami,semakin kedalam sinyal Hp kami Byar pet...terpaksa Gps sistem feeling saja sama bertanya ke penduduk sekitar he...he...
Untuk para pembaca sedikit gambaran Tentang Kasepuhan Ciptagelar Banten Kidul
Kasepuhan Ciptagelar sendiri melingkup dua Kasepuhan yang lain, yakni Kasepuhan Ciptamulya dan Kasepuhan Sirnaresmi
Ciptagelar termasuk ke dalam wilayah kasepuhan. Secara sederhana, kata kasepuhan dapat mengacu pada kelompok masyarakat atau komunitas yang masih hidup dan bertingkah-laku sesuai dengan aturan adat istiadat lama.
Secara etimologi, kasepuhan dari kata “sepuh” yang bermakna Tua (dihormati dan dituakan). Kampung Adar Ciptagelar berada di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Wilayah adat ini terletak di lereng bukit bagian selatan Taman Nasional Gunung Halimun dan termasuk kedalam Kesatuan Adat Banten Kidul.
Pemimpin adat di masing-masing Kasepuhan itu digelari Abah, yang dalam aktivitas pemerintahan adat sehari-hari dibantu oleh para pejabat adat yang disebut baris kolot (Sd. kolot, orang tua; kokolot, tetua). Kasepuhan Ciptagelar kini dipimpin oleh Abah Ugi, 

yangmewarisinya dari ayahnya, Abah Anom, yang meninggal dunia pada tahun 2007. Wilayah pengaruh kasepuhan ini di antaranya meliputi desa-desa Sirnaresmi dan Sirnarasa di Sukabumi,Sementara Kasepuhan Cisungsang berlokasi di Desa Cisungsang wilayah Lebak dipimpin oleh Abah Usep.

Salah satu ritual adat tahunan Kasepuhan yang selalu menarik minat masyarakat adalah upacara Seren Taun; yang sesungguhnya adalah pernyataan syukur warga Kasepuhan atas keberhasilan panen padi.
Masyarakat Kampung Ciptagelar menyebut diri mereka sebagai “Kasepuhan Pancer Pangawinan“. Dari kata pancer yang bisa diartikan sumber atau asal-usul dan pangawinan yang berasal dari kata ngawin, yang artinya “pembawa tombak dalam upacara perkawinan”.


Kata “pangawinan” oleh Adimihardja (1992) dihubungkan dengan bareusan pangawinan (barisan tombak), yaitu pasukan khusus bersenjata tombak Kerajaan Sunda. Arti dari kata Ciptagelar sendiri kurang lebih terbuka atau pasrah,Asal usul penduduk Ciptagelar sering dihubungkan dengan keturunan Prabu Siliwangi dan atau merupakan salah satu tempat pelarian keturunan dan pengikut Kerajaan Sunda Pajajaran.

Konon, banyak pengikut dan keturunan Prabu Siliwangi yang terpencar di beberapa wilayah di jawa barat. Di antaranya, wilayah pedalaman Bogor, Sukabumi, dan Banten,Sejauh ini bukti sejarah, memang masih banyak pihak yang meragukan keberadaan warga desa Cipagelar tersebut memiliki hubungan erat dengan Raja Pajajaran Prabu Siliwangi.

Tapi, jika melihat cara hidup dan tradisi keseharian mereka, dapatlah kita duga bahwa Ciptagelar merupakan masyarakat yang teguh terhadap ciri dan cara hidup masyarakat Sunda lama.Berdasarkan temuan situs arkeologi dan juga artefak, wilayah Sirnarasa erat kaitannya dengan tradisi megalitik. Diantaranya diketemukan batu jolang (pemandian?), tugu gede, batu kursi dan batu dakon yang diduga sebagai perhitungan tanggal (Kalender Alam). 




beberapa hasil foto saat berada di kampung adat Ciptagelar Banten kidul 















Selasa, 18 April 2017

PARA PUNGGAWA KONSEP-B DALAM ACARA GOBAR KE GEOPARK CILETUH


Moment tak terlupakan gobar bareng ke kawasan Geopark ciletuh ini,yang sudah direncanakan oleh para punggawa Konsep-B akhirnya terlaksana juga dengan sukses,catatan perjalanan gowes yang tak akan pernah kami lupakan,...cuma sayang kang Heri kristanto gagal berangkat karena budgetnya terpakai jadi batal dech kang Heri,jangan nangis ya kang he...he...
Geopark Ciletuh yang beralamat di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat ini lokasi-lokasinya memang instagramable banget. Cek aja di Instagram dengan hashtag: Puncak Darma, Curug Awang, Curug Sondong, Curug Cimarinjung hingga Panenjoan saja sudah bikin kalian bertanya “Apa benar ini di Indonesia?”.

Lanskap Geo Park Ciletuh emang lengkap banget. Dalam satu tempat terdapat pantai, bukit, air terjun, sawah dan sungai. Ini karakter daratan yang ada di sepanjang garis pantai Banten dari Ujung Kulon hingga Teluk Ciletuh. Pantainya berkarang dan ada juga yang berpasir lembut. Hanya saja deburan ombak pantai Selatan memang tak pernah kompromi.
Buat kalian yang terbiasa santai di rumah nonton televisi, sepertinya ini tantangan buat kalian deh untuk menuju Curug Cimarinjung. Pasalnya untuk bisa datang ke lokasi yang indah ini dibutuhkan fisik yang prima dan tanpa banyak keluhan capek, pegel dan lelah. Percaya deh! Semua keluh kesah kalian akan terbayar dengan keindahan Air Terjun yang epik ini. Lihat saja gradasi dari batuan yang berada di dinding-dindingnya. Seperti menandakan usia batuan tersebut. Angle terbaik bisa kalian contoh dari foto Asep Saprudin ini.
Konsep-B selaku komunitas terkemuka di kota Bandung sudah membuktikannya dengan sebelumnya diloading dan di terjunkan di Ciemas,serta menginap di tempat kenalan salah satu pesepeda di koordinir oleh pak yadi dan pak Onie.
Buat kalian yang masih jomblo, segera deh cari pasangan sebelum datang ke Geo Park Ciletuh ini. Pasalnya momen seperti ini cuma bisa dibuat bersama pasangan kalian. Masa jeruk makan jeruk?...ahay...ayo siapa yang mau kawin lagi ha...ha...

Dari Sudut Manapun Geo Park Ciletuh Emang Sangat memukau kita dibuatnya.

Hati-hati saat datang ke Geo Park Ciletuh. Medan yang berat, perjalanan yang panjang serta terjal bukan hal yang mudah bagi para traveler alay yang kerap membuang sampah sembarangan dan melakukan vandalisme. Situs Geo Park Ciletuh ini pasalnya sudah dikukuhkan sebagai situs Wisata Warisan Dunia oleh UNESCO.



Geopark atau kawasan wisata taman alam batuan tua Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini sudah resmi menjadi warisan dunia yang patut dijaga oleh wisatawan yang datang. Kita harusnya bangga karena Indonesia juga punya Geopark Nasional yang indah. Bukan hanya Vietnam, China, Hongkong dan negara lainnya saja yang memiliki Geopark Nasional yang pemandangannya sangat indah..

So..mudah-mudahan tahun depan ada remednya biar Heri ikut tapi dengan budget yang 200 rb aja..he...he...ngarep banget ya..oke bravo dech para punggawa dan sesepuh konsep-B di acara Gobar ke kawasan geopark Ciletuh.







Cara ke Geopark Ciletuh Sukabumi, Jawa Barat sebetulnya cukup mudah. 
Memang sih Teluk Ciletuh saja sudah ada di Google Maps. Tapi, jangan terlalu percaya dengan estimasi durasi perjalanan yang diberikan Google Maps ya. Karena kondisi jalan daerah pantai Selatan Jawa Barat hingga Bayah Banten ini masih sangat parah acurnya.  Dari Jakarta ada baiknya berangkat malam hari sehingga bisa tiba di Ciletuh pada subuh dan langsung bisa mengeksplorasi taman purba Ciletuh.

maaf ya klw gak semua foto bisa di upload di blog ini,maklum keterbatasan waktu,dan kejar tayang cameramen di Trans Corp,...ha...ha...dibohongin mau aja,sory sobat...karena keterbatasan waktu maksudnya...oke dech maju terus semangat para Punggawa Goweser konsep-B.


Minggu, 02 April 2017

GOWES PASUKAN PANDAWA 5 KONSEP-B KE SITU WANAYASA PURWAKARTA



Minggu kemaren sekitar pukul 05.30 Wib para penggowes Konsep-B sengaja menapaki perjalanan ke situ wanayasa diantaranya : Pak Fei,Pak jajang sulaeman,Adi Ruswadi,Pak Prabu Fedri,Pak Haji Mahmud,kesemuanya berangkat bersama-sama menuju situ wanayasa lewat trek Gowes Rancamnayar -lembang-sagalaherang-situwanayasa-sawit-cikalongwetan-padalarang-rancamanyar 128km wareug hahahaha. Tingal otw pulang via sawit cikalong. Bismilah kata kang Arif ,he..he...


Kesemuanya tiba dengan aman sentosa dengan pengawalan ketat kang Arif serta pak Pei semua selamat finish sampai tujuan,walau sedikit diguyur hujan namun semangat kami tidak luntur,karena Rasa bersepeda ada di setiap kayuhan gitu katanya ha...ha... walau kang adi sedikit ngap-ngapan tapi tetap semangat kalau pak Pei jangan ditanya pasti meluncur terus bak angin,he... he...yang membuat kami sulit adalah karena tanjakan yang bbegitu menguras tenaga,sampai-sampai perasaan gak sampai-sampai nih kapan nyampeknya nih...he...he..
Misi rebes.. Hatur nuhun kanggo goweser tangguh konsep b.. Mantap lah.. Yg penting kebersamaan & kompak slalu.. Pa Pei Ferry Pei. Jajang Sulaeman. Adi Ruswadi. Kakang Prabu Fedri. Pa hji anu di mahmud.. Sareng hatur nuhun pengawal bermotorna di pa Nandang Suherman dugi ka bandung deui aman lancar terkendali. Hehehe ( begitu celotehan kang Arif yang saya ambil di Facebook Konsep-B.



Sekedar sedikit penjelasan dari tim penulis yang amburadul tulisannya,payah nih mas Heri tulisannya ngawur banget,si Adi protest uh katanya gk ngos-ngosan gue her katanya…he…he…oke lah mas Adi,..Situ Wanayasa merupakan sebuah tempat wisata yang berada di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Nama tempat ini mungkin masih kalah tenar dibandingkan Waduk Jatiluhur atau Taman Sri Baduga yang belakangan semakin banyak dibicarakan.

Namun, suasana yang ada di waduk kecil ini tak kalah asik dibandingkan tempat-tempat lain. Ditambah lagi, latar belakang pegungungan yang membuat pemandangan di sekitar waduk membuat semakin cantik dan fotogenik.

Situ atau Waduk Wanayasa memang tidak terlalu luas, hanya sekitar 7 ha saja. Namun, banyak hal yang membuat tempat ini terlihat istimewa. Salah satunya adalah keberadaan sebuah pulau kecil di tengah-tengah danau. Pulau tersebut bukanlah pulau sembarangan karna di sana terdapat makam salah satu pendiri Kabupaten Purwakarta yakni RA. Suriawinata
Pemandangan di sekitar Situ Wanayasa akan terlihat semakin menarik dengan latar belakang Gunung Burangrang. Lokasi Situs Wanayasa sendiri berada pada ketinggian sekitar 600 mdpl. Lokasi waduk ini berada di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Sebagai sebuah waduk yang telah dikembangkan menjadi sebuah tempat wisata, Situ Wanayasa telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Di pinggiran danau telah dibangun semacam trotoar yang memungkinkan pengunjung untuk jalan santai sambil menikmati pemandangan dan suasana
Kabar terbaru, pemkab Purwakarta berencana mengembangan tempat ini dengan lebih serius setelah mendapat privilege yang baru diserahkan oleh pengelola sebelumnya. Nantinya, tempat ini pasti akan jadi lebih menarik dan tak menutup kemungkinan untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Purwakarta, alih-alih alternatif.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menikmati suasana di Situ Wanasaya. Jika ingin berkeliling danau kita bisa menyewa sepeda air, jika ingin menikmati kuliner kita bisa memesan di beberapa warung di sekitar danau. Ngomong-ngomong soal kuliner, kita bisa mendapatkan menu sate maranggi di sekitar Situ Wanasaya. Tak sulit untuk menemukan warung yang menjual sate maranggi, sate khas Purwakarta.






Kamis, 30 Maret 2017

GOWES BARENG KOMUNITAS KONSEP-B

Situ Cileunca Pangalengan bagi saya seorang penikmat alam serta penghobby ketenangan, kedamaian di alam terbuka hijau adalah sebuah
 tempat wisata Di Pangalengan Bandung yang sangat luar biasa.
Perpaduan antara panorama keindahan alam yang asri dan hijau dengan hamparan air berwarna biru jernih dibumbui dengan semilir hembusan angin yang terasa dingin menerpa wajah,sehingga seketika juga mampu menyusup 
ke dalam jiwa,yang mampu hilangkan segala dahaga dari rasa haus dan rindu akan nikmatnya berwisata di alam terbuka seperti Situ Cileunca.



Bagi anda atau saya juga siapa pun,setelah membaca tulisan salah satu Tempat Wisata Di Bandung selatan yaitu Situ Cileunca Pangalengan ini ,maka persiapkanlah dari sekarang sebelum musim liburan,untuk segera membuat rencana bersama keluarga atau bahkan teman dan komunitas pecinta alam,untuk segera datang ke sini dan nikmatilah sensasinya..!



Situ Cileunca Pangalengan – Tempat Wisata Di Bandung tak akan 
pernah kehabisan Objek Wisata untuk dieksplorasi para pemburu Wisata.
Mau cari pusat Wisata Belanja di Bandung ? itu mah gampang ditemukan !, 
mau nyari Wisata Kuliner ? arghh,apalagi yang ini mah di sepanjang jalan ada !,Kalau Wisata Alam ? kalau ini mah Bandung tempatnya Bos! Seperti yang kali ini penulis akan berikan untuk anda semua informasinya,yaitu Situ Cileunca Pangalengan.



Situ Cileunca Pangalengan bagi saya seorang penikmat alam serta 
penghobby ketenangan, kedamaian di alam terbuka hijau adalah sebuah 
tempat wisata Di Pangalengan Bandung yang sangat luar biasa.Perpaduan 
antara panorama keindahan alam yang asri dan hijau dengan hamparan air berwarna biru jernih dibumbui dengan semilir hembusan angin yang terasa 
dingin menerpa wajah,sehingga seketika juga mampu menyusup ke dalam jiwa,yang mampu hilangkan segala dahaga dari rasa haus dan rindu akan nikmatnya berwisata di alam terbuka seperti Situ Cileunca.



Bagi anda atau saya juga siapa pun,setelah membaca tulisan salah satu 
Tempat Wisata Di Bandung selatan yaitu Situ Cileunca Pangalengan ini,
maka persiapkanlah dari sekarang sebelum musim liburan,untuk segera 
membuat rencana bersama keluarga atau bahkan teman dan komunitas 
pecinta alam,untuk segera datang ke sini dan nikmatilah sensasinya..!!



SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Tempat Wisata Di Bandung Selatan ini 
merupakan sebuah danau buatan seluas 1.400 hektar yang berada di daerah dataran tinggi/pegunungan di Pangalengan Bandung 
yang sangat dingin.Selain dikenal di dunia pariwisata sebagai objek wisata alam yang indah, Situ Cileunca Pangalengan juga ternyata 
digunakan sebagai sumber air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Air yang berasal dari danau tersebut kemudian dialirkan melalui Sungai Palayangan.

SEJARAH SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Menurut cerita masyarakat setempat,Pada awalnya Situ Bandung ini merupakan areal hutan belantara. Sampai pada tahun 1918 kemudian kawasan ini dibuat sebuah situ yang berfungsi untuk sumber kebutuhan air warga setempat oleh seorang meneer berkebangsaan Belanda.perlu diketahui, Situ Cileunca memiliki kedalaman hingga 17 meter dengan warna air yang sangat bening.

FASILITAS SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Sebagai salah satu danau di Bandung yang 
difungsikan sebagai Objek Wisata di Bandung Selatan,banyak sekali para pengunjung atau 
wisatawan yang datang ke sini untuk mencoba merasakan atau menikmati keindahan serta pesona dari Situ Cileunca Pangalengan Bandung ini.Sehingga tak jarang menurut penjaga Situ Bandung ini,para pengunjung atau wisatawan yang pernah datang ke sini tak cukup satu kali saja,mereka dalam waktu dan kesempatan yang berbeda kembali datang hanya karena sudah terbius dengan sensasi Situ Cileunca ini.
Apa saja sih yang menjadi daya tarik serta pesona 
dari objek Wisata Di Bandung ini ? sehingga begitu menariknya buat orang selalu datang dan datang lagi ke sini ?
  1. Camping Ground – Pengelola Tempat Wisata Di Bandung ini tahu betul bagaimana cara menikmati keeksotisan kawasan Wisata Situ Cileunca Pangalengan di malam hari yang romantis dan dingin.Dengan disediakan
  2.  areal Camping yang sangat cukup memadai,menjadikan Situ Cilenuca 
  3. sebagai Bumi Perkemahan lainnya yang ada di Bandung selatan selain 
  4. Ranca Upas.Apabila di Ranca upas anda mendapatkan sensasi camping di tengah hutan konservasi yang elok,maka camping di Situ Cileunca anda akan mendapatkan sensasi bagaimana cara menikmati alam di pinggir danau yang dingin di malam hari,pasti luarrr biasa.
  5. Rafting – Manfaat Situ Cileunca Pangalengan ternyata bukan hanya 
  6. dijadikan sebagai sumber mata air bersih warga bandung dan juga 
  7. Pembangkit listrik tenaga air ( PLTA ),akan tetapi tempat wisata di 
  8. bandung ini pun oleh karenanya,dimanfaatkan sebgai salah satu tempat 
  9. Rafting air yang sangat menantang.Kegiatan Rafting di Pangalengan
  10.  tepatnya di Situ Cileunca ini adalah menggunakan air keluaran dari
  11.  bendungan Cileunca ( PLTA ) yang sangat cukup deras dan tentunya menantang adrenalin anda untuk menaklukannya.
  12. Wisata Air – Apabila anda datang bersama keluarga ke sini di siang hari,
  13. maka anda patut mencoba sensasi wisata yang dijamin mengasikan dan menyegarkan,dimana anda bisa menaiki perahu untuk berkeliling danau 
  14. sambil melihat dengan dekat bagaimana beningnya air danau dengan menyentuhnya langsung,merasakan hembusan angin sejuk kedingin-dinginan dari arah perbukitan yang menerpa wajah anda serta tentunya anda akan 
  15. bisa melihat bagaimana keindahan sekeliling dataran dan perbukitan dari tengah danau yang pastinya sangat luar biasa.
  16. Kebun Strawberry dan Arbei – Sama seperti daerah wisata yang berada di dataran tinggi dan berhawa dingin,maka di kawasan wisata situ cileunca pangalengan ini pun, kita pengunjung akan dapat dengan mudah 
  17. mendapatkan buah strawberry dan arbei yang segar dan langsung dari pohonnya.Untuk bisa ke lokasi Kebun Strawberry ini,pengunjung harus menggunakan alat transportasi Perahu untuk menyebrang dengan tarif Rp.5000/orang.

HARGA TIKET MASUK SITU CILEUNCA PANGALENGAN

  • Tiket Masuk Situ Cileunca = Rp.2.500/org

ALAMAT SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Desa Wanasari – Kecamatan Pangalengan -Kabupaten Bandung (Selatan),Jawa Barat

AKSES KE SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Untuk mengakses Situ Cileunca Pangalengan,anda cukup mudah menemukan lokasinya karena tersedia bus yang menghubungkan Bandung ke Pagalengan,dengan lama tempuh sekitar 2-2,5 jam perjalanan.Apabila anda menggunakan kendaraan pribadi,maka apabila anda dari arah Kota Bandung,
maka urutannya seperti ini :
Bandung -> Katapang -> Banjaran -> Pangalengan .
Dari daerah Banjaran ke lokasi Pangalengan berjarak kurang lebih 35 KM lagi.
Pas di lokasi pertigaan di Pangalengan,silahkan ambil arah ke sebelah kanan 
arah Garut ( Cisewu ),maka kurang dari 5 Km lagi anda akan menemukan sebuah danau yang cukup luas dengan pinggir-pinggirnya ditumbuhi pohon-pohon besar yang asri,hijau dan rindang.



Nah,bagaimana sahabat Blog Tempat Wisata Di Bandung ? puas dengan 
paparan saya ? tertarik dengan informasi Situ Cileunca Pangalengan ?
Demikianlah informasi seputar Wisata Pangalengan yang wajib anda kunjungi ketika musim libur tiba.

Untuk goweser luar daerah butuh pemandu berseped ke Ciwidey,pelabuhan ratu,situ cileunca bersama saya silahkan hub saya Heri Kristanto

08222 318 2328 untuk tidur ala kadarnya bisa di : 





Minggu, 26 Maret 2017

GOWES SEPEDA KE TEBING KERATON BANDUNG

Tebing yang cukup tinggi dan spektakuler, namanya Tebing Keraton. Wih! dari namanya kayak mistis-mistis gitu, ntar ngilang lagi pas disana? hahaha Gak kok, ga seserem itu juga dan bukan daerah mistis menurut gue, ya paling cerita-cerita warga daerah sih ada, ga perlu diseriusin asal sopan aja disana dan ga mengganggu



ARTI NAMA DAN KETINGGIAN

Banyak yang bilang ini ‘Tebing Keraton‘, padahal nama aslinya sunda abis loh, ‘Tebing Karaton’ yang artinya itu Kemegahan Alam menurut papan informasi yang gue baca disana.
Ketinggian Tebing Keraton yang berada tepat di daerah Dago Pakar ini sekitar 1200 mdpl, lumayan banget buat ngeliat pemandangan hutan dari atas. Penasaran sama gimana awesomenya tebing keraton? Oke gue share foto-foto dan ulasan waktu bertandang ke Tebing Keraton

PEMANDANGAN

Disini kalian bakal nemuin view dari ketinggian Bandung yang beda dari biasanya, kalau di Bukit BintangMoko dan sebagainya kalian bisa ngeliat lampu kota yang keren di malam hari, nah kalau disini beda banget. Disini kalian di cekokin sama pemandangan hutannya Taman Hutan Ir. H. Juanda dari ketinggian. Pokoknya sejuk banget, ngeliat pemandangan yang serba ijo kaya duit 20rb-an gitu ๐Ÿ˜€ Gue saranin coba dateng pas sunrise maupun sunset, Beuh! Kalian bisa dapetin foto yang keren-keren.

Tebing Keraton: Cara Kesana Dan Pemandangan Sorenya

BONJOUR! – Siapa bilang di Bandung ga punya wisata tebing? Kalau bukit emang banyak ๐Ÿ˜€ Nah buat kalian wajib tau nih, apalagi warga Bandung, sekarang ini di Bandung ada tebing yang cukup tinggi dan spektakuler, namanya Tebing Keraton. Wih! dari namanya kayak mistis-mistis gitu, ntar ngilang lagi pas disana? hahaha
 Gak kok, ga seserem itu juga dan bukan daerah mistis menurut gue, ya paling cerita-cerita warga daerah sih ada, ga perlu diseriusin asal sopan aja disana dan ga mengganggu ๐Ÿ˜€

JALAN-JALAN KE TEBING KERATON DI DAGO, BANDUNG


Tempat wisata baru di Bandung yang satu ini baru muncul sekitar bulan Mei 2014. Dan founder dari tebing keraton ini namanya Pak Asep. Kalau kalian kesana, kalian bakal tau asal muasal tebing ini, disana ada papan informasi mengenai cikal bakal Tebing Keraton ๐Ÿ˜Ž

ARTI NAMA DAN KETINGGIAN



Banyak yang bilang ini ‘Tebing Keraton‘, padahal nama aslinya sunda abis loh, ‘Tebing Karaton’ yang artinya itu Kemegahan Alam menurut papan informasi yang gue baca disana.

SAYA PALING KIRI PENULIS HERI KRISTANTO




Ketinggian Tebing Keraton yang berada tepat di daerah Dago Pakar ini sekitar 1200 mdpl, lumayan banget buat ngeliat pemandangan hutan dari atas. Penasaran sama gimana awesomenya tebing keraton? Oke gue share foto-foto dan ulasan waktu bertandang ke Tebing KeratonReview, Rute Jalan sama koordinat Google Mapsnya.

PEMANDANGAN

Disini kalian bakal nemuin view dari ketinggian Bandung yang beda dari biasanya, kalau di Bukit BintangMoko dan sebagainya kalian bisa ngeliat lampu kota yang keren di malam hari, nah kalau disini beda banget. Disini kalian di cekokin sama pemandangan hutannya Taman Hutan Ir. H. Juanda dari ketinggian. Pokoknya sejuk banget, ngeliat pemandangan yang serba ijo kaya duit 20rb-an gitu ๐Ÿ˜€ Gue saranin coba dateng pas sunrise maupun sunset, Beuh! Kalian bisa dapetin foto yang keren-keren.

TIPS & BIAYA MASUK

Sekedar tips buat kalian yang mau kesini sih usahain bawa jaket, sama sepatu. Soalnya hawa disini cukup dingin apalagi pagi hari dan hati-hati juga tempat berpijak di tebing ini pasir kering gitu, jadi cukup licin. Kan bisa wasallam kalau kepeleset dikit ๐Ÿ˜€ apalagi pengamanan disini belum terlalu bagus, cuma di pasang bambu-bambu. Ya mungkin karena baru, intinya walaupun nyali kalian gede tetep berhati-hati lah. Jangan bawa anak-anak lebih baik, apalagi di lepas berkeliaran ๐Ÿ˜› Sekarang Tebing Keraton ini udah lumayan rame daripada awal-awal Mei-Agustus, jadi agak berdesak-desakan di ujung tebing. Terus sekarang juga udah ada biaya masuknya yaitu Rp 12.000/orang, itu udah termasuk asuransi tapi belum parkir, untuk motor Rp 5.000 untuk mobil Rp 10.000. Usahakan perhatiin kondisi rem kendaraan jangan sampai blong, bukan masalah pas naek aja, pas turun juga nungkik abis kayak tendangan tsubasa, rencana mau pulang terus share pengalaman dari Tebing Keraton, apa lacur malah loncat dari tebing lainnya pas turunan

RUTE JALAN KE TEBING KERATON

Banyak yang nanya, cara ke tebing keraton ini gimana? mobil bisa masuk? Jalananya gimana? Oke gue jawab satu-satu. Sebenernya ga terlalu susah nemuin ini Tebing, gue kesini tanpa bawa peta, tanpa nanya-nanya di jalan. Traveler sejati ๐Ÿ˜›
Rute Jalannya ke Tebing Keraton:
  1. Kalian harus temuin Tahura atau yang dikenal Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, itu letaknya ada di Dago Pakar. Pokoknya ke arah dago atas, cari plang tulisan Dago Pakar/Bukit Pakar, ikutin terus nanti kalian bakal temuin gapura Taman Hutan Raya dibagian kiri.
  2. Udah sampe Tahura? Lurus terus, ikutin feeling. Sampe deh.
Penjelasannya ga guna ya? ๐Ÿ˜€ hahaha cuma perasaan. Lagian gue emang kesananya gitu doang, cuma ikutin jalan gede dan seinget gue jalanannya ga becabang-cabang. Buat pastinya kalian bisa ikutin Koordinat Alamat Di Google Maps-6.8351800, 107.6634118

JALANANNYA

Kalau dari Tahura itu kira-kira perjalanan ke atas sekitar 3,5km, deket sih cuma jalanannya itu bikin speachless. Udah aspal cuma lumayan rusak, bayangin aja aspal rusak feat jalanan yang naik banget. Intinya kalau mau kesana ikutin jalan gede, ikutin plang Dago Pakar/Bukit Pakar, ketemu rumah-rumah gede dan bakal muncul plang Tebing Keraton, plang khusus Tebing Keraton ini cukup kecil sih, kayaknya buatan warga jadi kalian harus jeli. Tapi mungkin udah diperbaiki sejalan sama makin banyaknya orang dateng kesana.

Oke cukup sekian yang bisa gue share sekarang. Meskipun jalanannya sukses bikin pantat gue emosi, tapi dijamin ga akan nyesel berkunjung kesana. Saran buat kalian semua yang mau ke Tebing Keraton tolong pelihara lingkungan, jangan buang sampah sembarangan, jangan pecicilan waktu di ujung tebing, ya kalau mau nyawa kalian cuma dibayar Rp 20.000.000 sama pihak asuransi sih silahkan, dan sopan. Oh ya kalau gue perhatiin di Tebing Keraton kebanyakan anak muda yang dateng, sepertinya buat wisata keluarga juga kurang pas hehe.


Perjalanan yang cukup berliku dan turun naik bakal terbayarkan sama pemandangan yang chakeeep, oh ya jangan dateng kesini lebih dari jam 6PM, soalnya udah tutup dan ngapain juga ngeliatin hutan yang ga ada lampunya malem malem? Akhir kata, Selamat jalan-jalan bro!

BUTUH PEMANDU GRATIS TEMPAT NGINAP GRATIS cuma di sini SAYA YANG PANDU KHUSUS UNTUK LUAR DAERAH YA YG MAU COBA GOWES DI BANDUNG DSB,TRIMS YA..

HOTEL BANDUNG MULAI 200 RIBUAN PESAN DI SINI SEKARANG KLIK