This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 Maret 2017

GOWES BARENG KOMUNITAS KONSEP-B

Situ Cileunca Pangalengan bagi saya seorang penikmat alam serta penghobby ketenangan, kedamaian di alam terbuka hijau adalah sebuah tempat wisata Di Pangalengan Bandung yang sangat luar biasa.Perpaduan antara panorama keindahan alam yang asri dan hijau dengan hamparan air berwarna biru jernih dibumbui dengan semilir hembusan angin yang terasa dingin menerpa wajah,sehingga seketika juga mampu menyusup ke dalam jiwa,yang mampu hilangkan segala dahaga dari rasa haus dan rindu akan nikmatnya berwisata di alam terbuka seperti Situ Cileunca.


Bagi anda atau saya juga siapa pun,setelah membaca tulisan salah satu Tempat Wisata Di Bandung selatan yaitu Situ Cileunca Pangalengan ini ,maka persiapkanlah dari sekarang sebelum musim liburan,untuk segera membuat rencana bersama keluarga atau bahkan teman dan komunitas pecinta alam,untuk segera datang ke sini dan nikmatilah sensasinya..!


Situ Cileunca Pangalengan – Tempat Wisata Di Bandung tak akan pernah kehabisan Objek Wisata untuk dieksplorasi para pemburu Wisata.Mau cari pusat Wisata Belanja di Bandung ? itu mah gampang ditemukan !, mau nyari Wisata Kuliner ? arghh,apalagi yang ini mah di sepanjang jalan ada !,Kalau Wisata Alam ? kalau ini mah Bandung tempatnya Bos! Seperti yang kali ini penulis akan berikan untuk anda semua informasinya,yaitu Situ Cileunca Pangalengan.


Situ Cileunca Pangalengan bagi saya seorang penikmat alam serta penghobby ketenangan, kedamaian di alam terbuka hijau adalah sebuah tempat wisata Di Pangalengan Bandung yang sangat luar biasa.Perpaduan antara panorama keindahan alam yang asri dan hijau dengan hamparan air berwarna biru jernih dibumbui dengan semilir hembusan angin yang terasa dingin menerpa wajah,sehingga seketika juga mampu menyusup ke dalam jiwa,yang mampu hilangkan segala dahaga dari rasa haus dan rindu akan nikmatnya berwisata di alam terbuka seperti Situ Cileunca.


Bagi anda atau saya juga siapa pun,setelah membaca tulisan salah satu Tempat Wisata Di Bandung selatan yaitu Situ Cileunca Pangalengan ini ,maka persiapkanlah dari sekarang sebelum musim liburan,untuk segera membuat rencana bersama keluarga atau bahkan teman dan komunitas pecinta alam,untuk segera datang ke sini dan nikmatilah sensasinya..!!


SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Tempat Wisata Di Bandung Selatan ini merupakan sebuah danau buatan seluas 1.400 hektar yang berada di daerah dataran tinggi/pegunungan di Pangalengan Bandung yang sangat dingin.Selain dikenal di dunia pariwisata sebagai objek wisata alam yang indah, Situ Cileunca Pangalengan juga ternyata digunakan sebagai sumber air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Air yang berasal dari danau tersebut kemudian dialirkan melalui Sungai Palayangan.

SEJARAH SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Menurut cerita masyarakat setempat,Pada awalnya Situ Bandung ini merupakan areal hutan belantara. Sampai pada tahun 1918 kemudian kawasan ini dibuat sebuah situ yang berfungsi untuk sumber kebutuhan air warga setempat oleh seorang meneer berkebangsaan Belanda.perlu diketahui, Situ Cileunca memiliki kedalaman hingga 17 meter dengan warna air yang sangat bening.

FASILITAS SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Sebagai salah satu danau di Bandung yang difungsikan sebagai Objek Wisata di Bandung Selatan,banyak sekali para pengunjung atau wisatawan yang datang ke sini untuk mencoba merasakan atau menikmati keindahan serta pesona dari Situ Cileunca Pangalengan Bandung ini.Sehingga tak jarang menurut penjaga Situ Bandung ini,para pengunjung atau wisatawan yang pernah datang ke sini tak cukup satu kali saja,mereka dalam waktu dan kesempatan yang berbeda kembali datang hanya karena sudah terbius dengan sensasi Situ Cileunca ini.
Apa saja sih yang menjadi daya tarik serta pesona dari objek Wisata Di Bandung ini ? sehingga begitu menariknya buat orang selalu datang dan datang lagi ke sini ?
  1. Camping Ground – Pengelola Tempat Wisata Di Bandung ini tahu betul bagaimana cara menikmati keeksotisan kawasan Wisata Situ Cileunca Pangalengan di malam hari yang romantis dan dingin.Dengan disediakan areal Camping yang sangat cukup memadai,menjadikan Situ Cilenuca sebagai Bumi Perkemahan lainnya yang ada di Bandung selatan selain Ranca Upas.Apabila di Ranca upas anda mendapatkan sensasi camping di tengah hutan konservasi yang elok,maka camping di Situ Cileunca anda akan mendapatkan sensasi bagaimana cara menikmati alam di pinggir danau yang dingin di malam hari,pasti luarrr biasa.
  2. Rafting – Manfaat Situ Cileunca Pangalengan ternyata bukan hanya dijadikan sebagai sumber mata air bersih warga bandung dan juga Pembangkit listrik tenaga air ( PLTA ),akan tetapi tempat wisata di bandung ini pun oleh karenanya,dimanfaatkan sebgai salah satu tempat Rafting air yang sangat menantang.Kegiatan Rafting di Pangalengan tepatnya di Situ Cileunca ini adalah menggunakan air keluaran dari bendungan Cileunca ( PLTA ) yang sangat cukup deras dan tentunya menantang adrenalin anda untuk menaklukannya.
  3. Wisata Air – Apabila anda datang bersama keluarga ke sini di siang hari,maka anda patut mencoba sensasi wisata yang dijamin mengasikan dan menyegarkan,dimana anda bisa menaiki perahu untuk berkeliling danau sambil melihat dengan dekat bagaimana beningnya air danau dengan menyentuhnya langsung,merasakan hembusan angin sejuk kedingin-dinginan dari arah perbukitan yang menerpa wajah anda serta tentunya anda akan bisa melihat bagaimana keindahan sekeliling dataran dan perbukitan dari tengah danau yang pastinya sangat luar biasa.
  4. Kebun Strawberry dan Arbei – Sama seperti daerah wisata yang berada di dataran tinggi dan berhawa dingin,maka di kawasan wisata situ cileunca pangalengan ini pun, kita pengunjung akan dapat dengan mudah mendapatkan buah strawberry dan arbei yang segar dan langsung dari pohonnya.Untuk bisa ke lokasi Kebun Strawberry ini,pengunjung harus menggunakan alat transportasi Perahu untuk menyebrang dengan tarif Rp.5000/orang.

HARGA TIKET MASUK SITU CILEUNCA PANGALENGAN

  • Tiket Masuk Situ Cileunca = Rp.2.500/org

ALAMAT SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Desa Wanasari – Kecamatan Pangalengan -Kabupaten Bandung (Selatan),Jawa Barat

AKSES KE SITU CILEUNCA PANGALENGAN

Untuk mengakses Situ Cileunca Pangalengan,anda cukup mudah menemukan lokasinya karena tersedia bus yang menghubungkan Bandung ke Pagalengan,dengan lama tempuh sekitar 2-2,5 jam perjalanan.Apabila anda menggunakan kendaraan pribadi,maka apabila anda dari arah Kota Bandung,maka urutannya seperti ini :
Bandung -> Katapang -> Banjaran -> Pangalengan .
Dari daerah Banjaran ke lokasi Pangalengan berjarak kurang lebih 35 KM lagi.Pas di lokasi pertigaan di Pangalengan,silahkan ambil arah ke sebelah kanan arah Garut ( Cisewu ),maka kurang dari 5 Km lagi anda akan menemukan sebuah danau yang cukup luas dengan pinggir-pinggirnya ditumbuhi pohon-pohon besar yang asri,hijau dan rindang.


Nah,bagaimana sahabat Blog Tempat Wisata Di Bandung ? puas dengan paparan saya ? tertarik dengan informasi Situ Cileunca Pangalengan ?
Demikianlah informasi seputar Wisata Pangalengan yang wajib anda kunjungi ketika musim libur tiba.

Untuk goweser luar daerah butuh pemandu berseped ke Ciwidey,pelabuhan ratu,situ cileunca bersama saya silahkan hub saya Heri Kristanto
08222 318 2328 untuk tidur ala kadarnya bisa di : 




Minggu, 26 Maret 2017

GOWES SEPEDA KE TEBING KERATON BANDUNG

Tebing yang cukup tinggi dan spektakuler, namanya Tebing Keraton. Wih! dari namanya kayak mistis-mistis gitu, ntar ngilang lagi pas disana? hahaha Gak kok, ga seserem itu juga dan bukan daerah mistis menurut gue, ya paling cerita-cerita warga daerah sih ada, ga perlu diseriusin asal sopan aja disana dan ga mengganggu



ARTI NAMA DAN KETINGGIAN

Banyak yang bilang ini ‘Tebing Keraton‘, padahal nama aslinya sunda abis loh, ‘Tebing Karaton’ yang artinya itu Kemegahan Alam menurut papan informasi yang gue baca disana.
Ketinggian Tebing Keraton yang berada tepat di daerah Dago Pakar ini sekitar 1200 mdpl, lumayan banget buat ngeliat pemandangan hutan dari atas. Penasaran sama gimana awesomenya tebing keraton? Oke gue share foto-foto dan ulasan waktu bertandang ke Tebing Keraton

PEMANDANGAN

Disini kalian bakal nemuin view dari ketinggian Bandung yang beda dari biasanya, kalau di Bukit BintangMoko dan sebagainya kalian bisa ngeliat lampu kota yang keren di malam hari, nah kalau disini beda banget. Disini kalian di cekokin sama pemandangan hutannya Taman Hutan Ir. H. Juanda dari ketinggian. Pokoknya sejuk banget, ngeliat pemandangan yang serba ijo kaya duit 20rb-an gitu 😀 Gue saranin coba dateng pas sunrise maupun sunset, Beuh! Kalian bisa dapetin foto yang keren-keren.

Tebing Keraton: Cara Kesana Dan Pemandangan Sorenya

BONJOUR! – Siapa bilang di Bandung ga punya wisata tebing? Kalau bukit emang banyak 😀 Nah buat kalian wajib tau nih, apalagi warga Bandung, sekarang ini di Bandung ada tebing yang cukup tinggi dan spektakuler, namanya Tebing Keraton. Wih! dari namanya kayak mistis-mistis gitu, ntar ngilang lagi pas disana? hahaha
 Gak kok, ga seserem itu juga dan bukan daerah mistis menurut gue, ya paling cerita-cerita warga daerah sih ada, ga perlu diseriusin asal sopan aja disana dan ga mengganggu 😀

JALAN-JALAN KE TEBING KERATON DI DAGO, BANDUNG


Tempat wisata baru di Bandung yang satu ini baru muncul sekitar bulan Mei 2014. Dan founder dari tebing keraton ini namanya Pak Asep. Kalau kalian kesana, kalian bakal tau asal muasal tebing ini, disana ada papan informasi mengenai cikal bakal Tebing Keraton 😎

ARTI NAMA DAN KETINGGIAN



Banyak yang bilang ini ‘Tebing Keraton‘, padahal nama aslinya sunda abis loh, ‘Tebing Karaton’ yang artinya itu Kemegahan Alam menurut papan informasi yang gue baca disana.

SAYA PALING KIRI PENULIS HERI KRISTANTO




Ketinggian Tebing Keraton yang berada tepat di daerah Dago Pakar ini sekitar 1200 mdpl, lumayan banget buat ngeliat pemandangan hutan dari atas. Penasaran sama gimana awesomenya tebing keraton? Oke gue share foto-foto dan ulasan waktu bertandang ke Tebing KeratonReview, Rute Jalan sama koordinat Google Mapsnya.

PEMANDANGAN

Disini kalian bakal nemuin view dari ketinggian Bandung yang beda dari biasanya, kalau di Bukit BintangMoko dan sebagainya kalian bisa ngeliat lampu kota yang keren di malam hari, nah kalau disini beda banget. Disini kalian di cekokin sama pemandangan hutannya Taman Hutan Ir. H. Juanda dari ketinggian. Pokoknya sejuk banget, ngeliat pemandangan yang serba ijo kaya duit 20rb-an gitu 😀 Gue saranin coba dateng pas sunrise maupun sunset, Beuh! Kalian bisa dapetin foto yang keren-keren.

TIPS & BIAYA MASUK

Sekedar tips buat kalian yang mau kesini sih usahain bawa jaket, sama sepatu. Soalnya hawa disini cukup dingin apalagi pagi hari dan hati-hati juga tempat berpijak di tebing ini pasir kering gitu, jadi cukup licin. Kan bisa wasallam kalau kepeleset dikit 😀 apalagi pengamanan disini belum terlalu bagus, cuma di pasang bambu-bambu. Ya mungkin karena baru, intinya walaupun nyali kalian gede tetep berhati-hati lah. Jangan bawa anak-anak lebih baik, apalagi di lepas berkeliaran 😛 Sekarang Tebing Keraton ini udah lumayan rame daripada awal-awal Mei-Agustus, jadi agak berdesak-desakan di ujung tebing. Terus sekarang juga udah ada biaya masuknya yaitu Rp 12.000/orang, itu udah termasuk asuransi tapi belum parkir, untuk motor Rp 5.000 untuk mobil Rp 10.000. Usahakan perhatiin kondisi rem kendaraan jangan sampai blong, bukan masalah pas naek aja, pas turun juga nungkik abis kayak tendangan tsubasa, rencana mau pulang terus share pengalaman dari Tebing Keraton, apa lacur malah loncat dari tebing lainnya pas turunan

RUTE JALAN KE TEBING KERATON

Banyak yang nanya, cara ke tebing keraton ini gimana? mobil bisa masuk? Jalananya gimana? Oke gue jawab satu-satu. Sebenernya ga terlalu susah nemuin ini Tebing, gue kesini tanpa bawa peta, tanpa nanya-nanya di jalan. Traveler sejati 😛
Rute Jalannya ke Tebing Keraton:
  1. Kalian harus temuin Tahura atau yang dikenal Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, itu letaknya ada di Dago Pakar. Pokoknya ke arah dago atas, cari plang tulisan Dago Pakar/Bukit Pakar, ikutin terus nanti kalian bakal temuin gapura Taman Hutan Raya dibagian kiri.
  2. Udah sampe Tahura? Lurus terus, ikutin feeling. Sampe deh.
Penjelasannya ga guna ya? 😀 hahaha cuma perasaan. Lagian gue emang kesananya gitu doang, cuma ikutin jalan gede dan seinget gue jalanannya ga becabang-cabang. Buat pastinya kalian bisa ikutin Koordinat Alamat Di Google Maps-6.8351800, 107.6634118

JALANANNYA

Kalau dari Tahura itu kira-kira perjalanan ke atas sekitar 3,5km, deket sih cuma jalanannya itu bikin speachless. Udah aspal cuma lumayan rusak, bayangin aja aspal rusak feat jalanan yang naik banget. Intinya kalau mau kesana ikutin jalan gede, ikutin plang Dago Pakar/Bukit Pakar, ketemu rumah-rumah gede dan bakal muncul plang Tebing Keraton, plang khusus Tebing Keraton ini cukup kecil sih, kayaknya buatan warga jadi kalian harus jeli. Tapi mungkin udah diperbaiki sejalan sama makin banyaknya orang dateng kesana.

Oke cukup sekian yang bisa gue share sekarang. Meskipun jalanannya sukses bikin pantat gue emosi, tapi dijamin ga akan nyesel berkunjung kesana. Saran buat kalian semua yang mau ke Tebing Keraton tolong pelihara lingkungan, jangan buang sampah sembarangan, jangan pecicilan waktu di ujung tebing, ya kalau mau nyawa kalian cuma dibayar Rp 20.000.000 sama pihak asuransi sih silahkan, dan sopan. Oh ya kalau gue perhatiin di Tebing Keraton kebanyakan anak muda yang dateng, sepertinya buat wisata keluarga juga kurang pas hehe.


Perjalanan yang cukup berliku dan turun naik bakal terbayarkan sama pemandangan yang chakeeep, oh ya jangan dateng kesini lebih dari jam 6PM, soalnya udah tutup dan ngapain juga ngeliatin hutan yang ga ada lampunya malem malem? Akhir kata, Selamat jalan-jalan bro!

BUTUH PEMANDU GRATIS TEMPAT NGINAP GRATIS cuma di sini SAYA YANG PANDU KHUSUS UNTUK LUAR DAERAH YA YG MAU COBA GOWES DI BANDUNG DSB,TRIMS YA..

Kamis, 05 Januari 2017

BERSEPEDA DI KOTA TUA BANDUNG

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan Bandung akan dicanangkan sebagai kota wisata sepeda pada 25 September 2016. Hari itu bertepatan dengan ulang tahun kota Bandung yang ke-206.


Untuk mempersiapkan hal ini, Ridwan Kamil menggelar pertemuan dengan jajaran Dinas Perhubungan Kota Bandung, Kepolisian Resort Kota Bandung dan perwakilan hotel-hotel berbintang, Jumat 19 Agsustus 2016. Pertemuan dihadiri pula beberapa komunitas pesepeda antara lain In Harmonia Gowesio-ITB’89, Bike to Work, Federal Bandung dan Komunitas Aleut.

Ridwan Kamil optimistis bahwa program wisata sepeda akan mendapat sambutan dari wisatawan. Alasannya, Bandung memiliki modal untuk bersepeda dengan nyaman seperti udara yang sejuk, jalanan yang rindang dan beberapa ruas jalan dengan trotoar yang lebar, sehingga bisa berbagi ruang dengan pejalan kaki.


Daya tarik kota dan sejarahnya juga akan menjadi tema yang menarik untuk dieksplorasi oleh para wisatawan. “Kami menyiapkan 30 titik penyewaan sepeda yang disebar di seluruh kota, juga 32 titik di hotel-hotel berbintang,” ujar Ridwan Kamil.

Selain yang disediakan Pemerintah Kota, sepeda wisata juga akan disiapkan oleh hotel-hotel untuk melayani para tamu yang ingin menggowes keliling kota. Ridwan Kamil berharap setiap hotel bisa menyediakan sepeda sebanyak 10 persen dari total jumlah kamarnya.


Pihak hotel pun menyambut baik rencana tersebut. “Kami sangat antusias dengan ide kreatif ini.” kata Restina, Ketua Himpunan Humas Hotel Bandung.



Beragam tema sudah disiapkan untuk mengantar wisatawan menikmati kota Bandung, antara lain wisata kota tua, arsitektur art deco, kuliner tradisional dan yang paling menarik adalah menelusuri jejak Sukarno muda. Di kota kembang ini memang tersebar situs-situs sejarah yang berkaitan dengan masa muda Sang Proklamator.

Tempat bersejarah itu mulai dari rumah yang ditinggali bersama istrinya Inggit Garnasih, Kampus ITB sebagai tempat ia menimba ilmu, Gedung Landraad saat Sukarno diadili Pemerintah Kolonial Belanda dan lokasi penjara Banceuy tempat Ia menghabiskan 8 bulan sebagai tahanan politik. Di penjara ini, Bung Karno menyusun pledoinya yang terkenal Indonesia Menggugat.

Untuk mendukung program wisata sepeda ini pihak Dinas Perhubungan Kota sudah menyiapkan 350 sepeda. Kepala Dinas Perhubungan Didi Ruswandi menjelaskan bahwa untuk tahap awal pengadaan sepeda menggunakan anggaran APBD. Dinas Perhubungan juga sudah menjajaki kerjasama dengan PT kereta Api Indonesia (PT KAI) untuk pengadaan gerbong khusus sepeda. “Nanti wisatawan dari Jakarta tinggal membawa sepeda masuk kereta dan sampai di Kota Bandung langsung gowes”, ujar Didi.

Ihwal keamanan bersepeda Pemerintah Kota akan memperluas penandaan jalur sepeda di jalanan kota terutama yang terkait rute wisata. Selain itu, akan diupayakan penerapan jalur khusus sepeda dengan menggunakan separator yang bersifat temporer, yang dipasang pada saat akhir pekan di jalan-jalan protokol dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi.

Selasa, 03 Januari 2017

TREK SEPEDA PUNCLUT BANDUNG JAWA BARAT

Siapa yang tidak tahu Punclut? Kawasan yang terkenal akan hidangan khas Sundanya ini mempunyai jalur lintas sepeda yang cukup bervariasi. Jalanan yang terbentang sepanjang 5KM ini menghubungkan kawasan Ciumbuleuit hingga Lembang. Jalanan yang menanjak, menukik dan juga mempunyai turunan tajam ini cocok untuk Wargi Bandung yang baru menekuni hobi bersepeda.

Warga Bandung yang hobi bersepeda bisa dipastikan pernah menempuh jalur menantang Dago (Ir H Djuanda)-Punclut. Jalur di perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ini disebut-sebut jalur favorit bersepeda.
Para pesepeda biasanya menempuh jalur cukup ekstrem tersebut melalui Jalan Ciumbuleuit, masuk Punclut, Kabupaten Bandung Barat.


Di Punclut mereka biasa beristirahat sambil sarapan penganan khas seperti ketan bakar. Di sana juga berjajar kuliner khas Bandung utara mulai dari ayam dan ikan bakar dan goreng, timbel komplet, dan aneka macam kuliner tradisional.Menempuh Punclut perlu pasokan energi memadai, jika tidak akan kalah oleh jalur yang penuh tanjankan dan turunan itu.

Setelah sarapan, perjalanan dilanjutkan ke Dago yang menempuh tanjakan nyaris vertikal,Tetapi begitu keluar Punclut dan masuk Dago melalui jalan di depan Terminal Dago, tantangan melelahkan tersebut segera sirna,Sebab jalur berikutnya menurun.Jika bersepeda pada hari Minggu, pesepeda juga akan memasuki kawasan Car Free Day Dago. 

Di kawasan ini kendaraan roda dua seolah menjadi raja. Mereka bebas melenggang di antara kerumunan masyarakat pejalan kaki.Tidak jarang, para pesepeda mengikuti kegiatan umum yang ada di Car Free Day Dago, misalnya senam pagi.Salah seorang pesepeda, Hari Suharyadi (33), mengaku hampir tiap Minggu bersepeda ke Punclut-Dago. 

Minggu ini pria yang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini bersepeda dengan tiga rekannya."Awalnya kita berempat, tapi dua teman teman lainnya balik lagi karena tidak kuat," kata Hari Suharyadi (33), di Car Free Day Dago, Minggu (3/12)."Jadi yang sampai Dago cuman kita berdua," katanya seraya tertawa dan menunjuk rekan satunya lagi.Hari mulai bersepeda dari rumahnya di Kota Cimahi. 

Jarak Cimahi-Punclut-Dago sekitar 26 kilometer, jarak yang bisa membuat kaki lemas dan bergetar terutama pesepeda pemula.Menurut dia, sepeda merupakan olahraga sederhana dan mudah,Tidak perlu keahlian khusus untuk menjalani hobi gowes ini. "Dalam sepeda yang penting siap fisik. Beda kan dengan sepak bola atau tenis meja yang harus punya skill khusus," kata pria yang pernah menempuh jalur Cimahi-Bandung-Sumedang itu.

TREK SEPEDA PALINTANG BANDUNG JAWA BARAT

Palintang adalah nama sebuah kampung di Kecamatan Cilengkrang, BandungTimur yang berjarak kurang lebih 8 KM di utara Ujung Berung. Pada tahun 2007, jalur ini masih berupa bebatuan, tetapi sekarang sudah beraspal dan menjadi tempat favorit bagi para penggemar uphill dan offroad. Apabila diteruskan hingga utara Kampung Palintang, terdapat hamparan kebun Kina dan juga terdapat puncak Palintang yang merupakan titik start dari beberapa jalur offroad sepeda gunung.


Bagi penggila tanjakan, jarak 8 km dari Ujungberung hingga ke batas Kampung Palintang dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam saja. Biasanya tanpa istirahat hingga di warung depan SD Palintang. SD Palintang adalah bangunan paling selatan di kampung ini. Namun saat ini sudah mulai banyak bermunculan warung tempat istirahat sebelum Palintang, terutama di daerah Palalangon. Salah satunya adalah Warlos, atau Warung Bolos, karena mungkin sering jadi tempat nongkrong anak-anak sekolah yang membolos. Selain tanjakan yang lumayan panjang dan kesegaran udaranya, sebetulnya tak ada yang terlalu istimewa dalam perjalanan hingga ke SD Palintang. Keunikan jalur ini baru terasa jika kita meneruskan gowes menyusuri perkampungan hingga keluar lewat utara.


Jika diteruskan sekitar 3 kilometer dari SD Palintang, kita akan sampai di titik tertinggi jalan aspal yang sering disebut Puncak Palintang, berada di ketinggian 1550 meter dari permukaan laut. Jika diteruskan lagi, jalan ini akan tembus ke Maribaya, Lembang, melewati Desa Cibodas yang terkenal dengan Sesar Lembangnya. Sebagai pembanding, puncak Gunung Palasari berada di ketinggian 1840 m dan Ujungberung sebagai titik start berada di ketinggian 700 m. Jadi meskipun jarak total dari Ujungberung hingga ke Puncak Palintang hanya 11 km, perbedaan ketinggiannya mencapai 750 m.  



Puncak Palintang juga merupakan titik start dari beberapa jalur offroad sepeda gunung. Setidaknya tercatat lebih dari 6 jalur sepeda gunung bermula dari sini, seperti Palasari 2, Palasari 3, Palasari 8, Palasari 9, Dano, dan beberapa variasi jalur offroad Genteng. Namun tentu saja tidak semua pehobi sepeda mau gowes nanjak sejauh 11 km. Sebagian penggemar MTB offroad lebih memilih loading terlebih dahulu dengan mobil hingga ke Puncak Palintang. Baru dari titik ini mulai gowes offroad. Alasannya macam-macam, ada yang ingin menghemat waktu, ada yang ingin menghemat tenaga untuk offroad saja, ada yang spek sepedanya tidak untuk uphill, ada juga yang memang tidak kuat nanjak. Sayangnya, saat ini rata-rata jalur setapak di seputar Gunung Palasari sudah hancur tergerus ban motor offroad yang juga setiap weekend banyak lalu lalang.



TREK JALUR SEPEDA WARUNG BANDREK ( WARBAN ) BANDUNG JAWA BARAT

Warung bandrek atau nama singkatnya warban adalah salah satu tujuan favorit bagi goweser di Bandung. Kata para goweser, ngga afdol kalau di Bandung belum menjajal track warban ini. Akhirnya dengan rasa penasaran hari Minggu tanggal 17 Mei 2015, saya mencoba track ini. Sebelumnya memang saya sudah mencari-cari informasi mengenai pengalaman-pengalaman para goweser melalui artikel di internet seputar track warban ini. Katanya jalur warban ini memang jalur yang memiliki tanjakan yang bukan lumayan lagi untuk menguras tenaga, sampai-sampai para goweser pun mempunyai julukan tanjakan “putus asa” pada track menuju warban. Ok saya sedikit report kegiatan gowes saya menuju warban.



Sekitar pukul 05.40 saya melakukan persiapan dari kosan saya di jalan Cikutra. Melakukan pengecekan sepeda dan juga melakukan pemanasan. Oh, iya dari hasil informasi sana dan sini kalau mau ke warban usahakan kondisi fisik dan sepeda dalam keadaan yang prima gaes. Udara masih begitu segar banget kalau pagi-pagi gini. Sampai di perempatan Pahlawan – P.H.H Mustopa bertemu dengan goweser-goweser lain, saling sapa saja dengan mengeluarkan senyum dan membunyikan bel sepeda. Hehehe. Untuk menuju warban saya mengambil rute jalan Suci sampai ketemu perempatan jalan Dago.
Jalan Dago juga masih sepi kalau pagi-pagi seperti ini. Para pedagang-pedagang kaki lima juga saya lihat masih pada merapikan dagangannya untuk dijajakan pada kegiatan CFD. Dari dago ini saya mulai menemui banyak para goweser menuju keatas, saya pikir mungkin goweser-goweser ini juga akan menuju warban. Track jalan Dago ini ngga begitu punya banyak tantangan, tanjakannya juga masih terbilang mudah dilewati newbie seperti saya. Akhirnya saya berhenti di Alfamart dekat pertigaan menuju Taman Hutan Raya (Tahura), sejenak beristirahat dan membeli minum. Disini beberapa goweser juga ada yang istirahat untuk sarapan. Tanya sama bapak-bapak di sebelah saya jalur ke warban masih jauh atau tidak, kata bapak tersebut masih lumayan jauh dari sini, dari tahura saja masih sekitar 3 kilo-an.













TREK SEPEDA CARINGIN TILU BANDUNG JAWA BARAT

CARINGIN TILU TREK SEPEDA DI BANDUNG INDONESIA
Jalur sepeda yang satu ini didominasi oleh tanjakan dengan jalan aspal. Jalur yang berjarak 7 KM dari Saung Angklung Udjo ini terbilang cukup pendek. Sampai saat ini, jalur Cartil masih menjadi favorit Wargi Bandung, karena dapat tembus menuju Warung Bandrek, Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda dan keluar dari Simpang Dago.
Cartil begitulah tempat ini biasa disebut, berasal dari singkatan Caringin Tilu. Cartil dibuka menjadi tempat wisata mulai tahun 2002 itu memiliki keindahan alam yang masih sangat asli. Awal dibuka sebagai obyek wisata, hanya terdapat tiga orang penjual makanan. Namun, kini semakin ramai dengan berdirinya 25 saung dengan berbagai varian makanan yang disediakan.
Nama Caringin Tilu (dalam Bahasa Sunda) berarti tiga beringin diambil dari keberadaan tiga pohon beringin di daerah ini. Tiga pohon dengan umur ratusan tahun kini hanya tersisa satu pohon, karena satu pohon tumbang, dan satu pohon lagi mati kering. Untuk melestarikan keidentikan nama tempat ini dengan keberadaan pohon beringin maka warga masyarakat di sekitar Cartil menanam dua pohon beringin sebagai pohon pengganti.
Di atas tempat ini ada makam leluhur yang diyakini keramat oleh warga sekitar. Selain itu mitos berkembang lagi dengan adanya kejadian yang dihubungkan dengan kematian dua pohon beringin atau caringin saat kekalahan salah satu partai yang berlambangkan beringin pada pemilihan umum.
Daratan tinggi Cartil yang memiliki keindahan alam sangat alami ini, akan membawa kita pada rasa nyaman dan damai melihat harmonisasi alam yang terhampar luas di depan mata kita. Ciptaan Allah berupa keindahan alam dapat kita lihat telanjang menyampaikan pesan kepada kita untuk tetap menjaga kelestariannya. Kita dapat mengamati kota Bandung yang terletak di bawah daratan Cartil dengan sangat leluasa. Pemandangan kota Bandung di malam hari dilihat dari Cartil laksana lautan hitam yang bertebaran beribu bintang berasal dari ribuan lampu penduduk.